سنن أبي داوود ٣١٨٨: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
كُنْتُ سَاقِيَ الْقَوْمِ حَيْثُ حُرِّمَتْ الْخَمْرُ فِي مَنْزِلِ أَبِي طَلْحَةَ وَمَا شَرَابُنَا يَوْمَئِذٍ إِلَّا الْفَضِيخُ فَدَخَلَ عَلَيْنَا رَجُلٌ فَقَالَ إِنَّ الْخَمْرَ قَدْ حُرِّمَتْ وَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا هَذَا مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Sunan Abu Daud 3188: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Tsabit] dari [Anas] ia berkata:
Aku pernah memberi orang-orang minum khamr di rumah Abu Thalhah ketika khamr telah diharamkan. Ketika itu minuman kami terbuat dari Fadlikh (khamr dari kurma muda). Kemudian ada seorang laki-laki masuk menemui kami dan berkata: "Sesungguhnya khamr telah diharamkan, dan penyeru Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengumumkan." Maka kami pun berkata: "Ini adalah penyeru Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."