hadith book logo

Sunan Darimi: Hadith 110

1. Mukaddimah

سنن الدارمي

/17 Chapter:

Berhati-hati menjawab persoalan yang tak ada penjelasan dalil

باب التورع عن الجواب فيما ليس فيه كتاب ولا سنة

110
Sunan Darimi
Albani: Shahihul Isnad
سنن الدارمي ١١٠: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ إِنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ الْبَارِحَةَ ثَمَانِيًا قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ فَيُرِيدُونَ أَنْ يُبِينُوا مِنْكَ امْرَأَتَكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ وَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ إِنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ مِائَةَ طَلْقَةٍ قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ فَيُرِيدُونَ أَنْ يُبِينُوا مِنْكَ امْرَأَتَكَ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ مَنْ طَلَّقَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ فَقَدْ بَيَّنَ اللَّهُ الطَّلَاقَ وَمَنْ لَبَّسَ عَلَى نَفْسِهِ وَكَّلْنَا بِهِ لَبْسَهُ وَاللَّهِ لَا تُلَبِّسُونَ عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَنَتَحَمَّلُهُ نَحْنُ هُوَ كَمَا تَقُولُونَ
Sunan Darimi 110: Telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin 'Amir] dari [Ibnu 'Aun] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Alqamah] ia berkata:



Seseorang menemui Abdullah, lalu ia berkata bahwa kemarin ia telah menceraikan isterinya sebanyak delapan kali. Ia (Abdullah) bertanya: "Dengan satu ucapan?" Orang itu menjawab: "Dengan satu ucapan." Abdullah bertanya: "Lalu mereka menginginkan agar kamu (menthalaq) ba`in isterimu?" Ia menjawab: "Ya, benar." Kemudian ('Alqamah) menceritakan lagi: Dan juga pernah Abdullah didatangi seseorang lalu menceritakan bahwa ia telah menceraikan isterinya seratus kali. Abdullah bertanya: "Dengan satu ucapan?" Ia menjawab: "Ya, dengan satu ucapan." Lalu Abdullah bertanya: "Lalu mereka menginginkan agar kamu (menthalaq) ba`in isterimu?" Ia menjawab: "Ya, benar." Maka [Abdullah] berkata: "Barangsiapa yang menthalaq (isterinya) sesuai dengan cara yang telah Allah jelaskan, sungguh Allah telah menjelaskan thalaq. Sebaliknya barangsiapa melakukan tindakan gegabah pada dirinya (tindakan ngawur yang tak ada keterangan), kami pasrahkan kengawuran atau gegabahannya kepadanya. Demi Allah, janganlah sekali-kali kalian melakukan tindakan gegabah diri kalian, sehingga kami merasa kepayahan sebagaimana yang kalian sampaikan kepadaku ini."