Shahih Bukhari 3321: Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah bercerita kepada kami [Ibnu Abu 'Adiy] dari [Syu'bah]. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepadaku [Bisyir bin Khalid] telah bercerita kepada kami [Muhammad] dari [Syu'bah] dari [Sulaiman], aku mendengar [Abu Wa'il] bercerita dari [Hudzaifah] bahwa 'Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhu berkata:
"Siapa diantara kalian yang masih ingat sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang masalah fitnah?" Maka Hudzaifah berkata: "Aku masih ingat seperti yang beliau sabdakan." 'Umar berkata: "Sampaikanlah, karena kamu memang yang patut menyampaikannya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Fitnah seseorang dalam keluarganya, harta, anak dan tetangganya, fitnah itu akan terhapus oleh amalan shalat, shaum, shadaqah dan amar ma'ruf dan nahi munkar." Berkata 'Umar: "Bukan itu yang aku mau. Tapi fitnah yang meluas seperti melubernya air lautan." Hudzaifah berkata: "Wahai Amirul Mu'minin, baiklah, tidak apa aku sampaikan pada anda. Sesungguhnya antara anda dan zamanmu (fitnah itu) ada satu pintu yang tertutup." 'Umar bertanya: "Pintu yang terbuka atau rusak?" Hudzaifah berkata: "Bahkan pintu yang rusak." 'Umar berkata: "Kalau begitu tidak akan bisa ditutup selamanya." Kami (Syaqiq) bertanya: "Apakah 'Umar mengerti pintu yang dimaksud?" Hudzaifah berkata: "Ya, dia mengerti. Sebagaimana mengertinya dia bahwa setelah pagi adalah malam hari." (Syaqiq) berkata: "Aku sudah menceritakan kepadanya suatu hadits yang tidak ada kerancuannya. Tapi marilah kita bertanya kepada Hudzaifah." Maka kami menyuruh Masruq lalu dia bertanya kepada Hudzaifah: "Siapakah yang dimaksud dengan pintu?" Jawabnya: "'Umar."