hadith book logo

Sahih Bukhari: Hadith 3858

44. Peperangan

صحيح البخاري

/2078 Chapter:

Pertempuran Hudaibiyah

غزوة الحديبية

3858
Sahih Bukhari
Albani: Shahih
صحيح البخاري ٣٨٥٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا شَاذَانُ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي جَمْرَةَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِذَ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ هَلْ يُنْقَضُ الْوِتْرُ قَالَ إِذَا أَوْتَرْتَ مِنْ أَوَّلِهِ فَلَا تُوتِرْ مِنْ آخِرِهِ
Shahih Bukhari 3858: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hatim bin Bazi'] telah menceritakan kepada kami [Syadzan] dari [Syu'bah] dari [Abu Jamrah] ia berkata: aku bertanya kepada A'idz bin 'Amru radliyallahu 'anhu, -dia termasuk shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang ikut bai'at di bawah pohon-

"Apakah shalat witir dapat dianggap gugur?" Dia menjawab: "Jika kamu telah mengerjakan witir di awal (malam) janganlah kamu kerjakan lagi di akhir (malam)."