hadith book logo

Sahih Bukhari: Hadith 6296

66. Hukum Hudud

صحيح البخاري

/3444 Chapter:

Firman Allah "Laki-laki dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya"

قول الله تعالى والسارق والسارقة فاقطعوا أيديهما وفي

6296
Sahih Bukhari
Albani: Shahih
صحيح البخاري ٦٢٩٦: حَدَّثَنِي يُوسُفُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ أَخْبَرَنَا عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَمْ تُقْطَعْ يَدُ سَارِقٍ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَدْنَى مِنْ ثَمَنِ الْمِجَنِّ تُرْسٍ أَوْ حَجَفَةٍ وَكَانَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا ذَا ثَمَنٍ
Shahih Bukhari 6296: Telah menceritakan kepadaku [Yusuf bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Abu usamah], dia menuturkan: [Hisyam bin Urwah] telah mengabarkan kepada kami dari [ayahnya] dari ['Aisyah] radliallahu 'anha menuturkan: "Tangan pencuri tidak dipotong semasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika kurang dari senilai harga perisai yang dinamakan mijan atau perisai yang dinamakan hajafah, keduanya mempunyai harga."