Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mempekerjakan seorang laki-laki dari suku Al Azdiy yang dijuluki Ibnu Al Utbiyyah sebagai pemungut zakat. Ketika datang hari tugasnya, dia berkata: "Ini untuk kalian sebagai zakat dan ini dihadiahkan untukku." Beliau berkata: "Biarkanlah dia tinggal di rumah ayahnya atau ibunya lalu dia lihat apakah benar itu dihadiahkan untuknya atau tidak. Dan demi Dzat yag jiwaku di tangan-Nya, tidak seorangpun yang mengambil sesuatu dari zakat kecuali dia akan datang pada hari qiyamat dengan dipikulkan di atas lehernya berupa unta yang berteriak, atau sapi yang melembuh atau kambing yang mengembik." Kemudia Beliau mengangkat tangan Beliau sehingga terlihat oleh kami ketiak Beliau yang putih dan (berkata:): "Ya Allah bukankah aku sudah sampaikan, bukankah aku sudah sampaikan." sebanyak tiga kali.
Sahih Bukhari: Hadith 2407
33. Hibah, Keutamaannya dan Anjuran Melakukannyanya
صحيح البخاري
/1554 Chapter:
Tidak menerima hadiah karena ada sebab
من لم يقبل الهدية لعلة
2407
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٢٤٠٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
اسْتَعْمَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ الْأَزْدِ يُقَالُ لَهُ ابْنُ الْأُتْبِيَّةِ عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ هَذَا لَكُمْ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي قَالَ فَهَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ أَوْ بَيْتِ أُمِّهِ فَيَنْظُرَ يُهْدَى لَهُ أَمْ لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهُ شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ أَوْ شَاةً تَيْعَرُ ثُمَّ رَفَعَ بِيَدِهِ حَتَّى رَأَيْنَا عُفْرَةَ إِبْطَيْهِ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ثَلَاثًا
Shahih Bukhari 2407: Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhriy] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari Abu Humaid as-Sa'idiy radliyallahu 'anhu berkata:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mempekerjakan seorang laki-laki dari suku Al Azdiy yang dijuluki Ibnu Al Utbiyyah sebagai pemungut zakat. Ketika datang hari tugasnya, dia berkata: "Ini untuk kalian sebagai zakat dan ini dihadiahkan untukku." Beliau berkata: "Biarkanlah dia tinggal di rumah ayahnya atau ibunya lalu dia lihat apakah benar itu dihadiahkan untuknya atau tidak. Dan demi Dzat yag jiwaku di tangan-Nya, tidak seorangpun yang mengambil sesuatu dari zakat kecuali dia akan datang pada hari qiyamat dengan dipikulkan di atas lehernya berupa unta yang berteriak, atau sapi yang melembuh atau kambing yang mengembik." Kemudia Beliau mengangkat tangan Beliau sehingga terlihat oleh kami ketiak Beliau yang putih dan (berkata:): "Ya Allah bukankah aku sudah sampaikan, bukankah aku sudah sampaikan." sebanyak tiga kali.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mempekerjakan seorang laki-laki dari suku Al Azdiy yang dijuluki Ibnu Al Utbiyyah sebagai pemungut zakat. Ketika datang hari tugasnya, dia berkata: "Ini untuk kalian sebagai zakat dan ini dihadiahkan untukku." Beliau berkata: "Biarkanlah dia tinggal di rumah ayahnya atau ibunya lalu dia lihat apakah benar itu dihadiahkan untuknya atau tidak. Dan demi Dzat yag jiwaku di tangan-Nya, tidak seorangpun yang mengambil sesuatu dari zakat kecuali dia akan datang pada hari qiyamat dengan dipikulkan di atas lehernya berupa unta yang berteriak, atau sapi yang melembuh atau kambing yang mengembik." Kemudia Beliau mengangkat tangan Beliau sehingga terlihat oleh kami ketiak Beliau yang putih dan (berkata:): "Ya Allah bukankah aku sudah sampaikan, bukankah aku sudah sampaikan." sebanyak tiga kali.