'Umar bin Al Khaththab bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah boleh seorang dari kami tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Ya, Jika salah seorang dari kalian berwudlu, maka hendaklah ia tidur meskipun dalam keadaan junub."
Sahih Bukhari: Hadith 278
5. Mandi
صحيح البخاري
/191 Chapter:
Orang junub yang tidur
نوم الجنب
278
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٢٧٨: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ
Shahih Bukhari 278: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] bahwa
'Umar bin Al Khaththab bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah boleh seorang dari kami tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Ya, Jika salah seorang dari kalian berwudlu, maka hendaklah ia tidur meskipun dalam keadaan junub."
'Umar bin Al Khaththab bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah boleh seorang dari kami tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Ya, Jika salah seorang dari kalian berwudlu, maka hendaklah ia tidur meskipun dalam keadaan junub."