Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ketika tidur, aku bermimpi diriku berada didalam surga, disana ada seorang wanita yang sedang berwudlu' di samping istana. Aku bertanya: "Untuk siapakah istana itu?" Mereka menjawab: "Untuk 'Umar." Namun aku teringat kecemburuanmu, maka aku berpaling." Seketika 'Umar menangis dan berkata: "Apakah patut aku cemburu kepadamu, wahai Rasulullah?"
Sahih Bukhari: Hadith 3404
43. Perilaku Yang Terpuji
صحيح البخاري
/1971 Chapter:
Pekerti Umar bin Khaththab
مناقب عمر بن الخطاب أبي حفص القرشي العدوي رضي الله
3404
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٣٤٠٤: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِي فِي الْجَنَّةِ فَإِذَا امْرَأَةٌ تَتَوَضَّأُ إِلَى جَانِبِ قَصْرٍ فَقُلْتُ لِمَنْ هَذَا الْقَصْرُ قَالُوا لِعُمَرَ فَذَكَرْتُ غَيْرَتَهُ فَوَلَّيْتُ مُدْبِرًا فَبَكَى عُمَرُ وَقَالَ أَعَلَيْكَ أَغَارُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
Shahih Bukhari 3404: Telah bercerita kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] telah mengabarkan kepada kami [Al Laits] berkata: telah bercerita kepadaku ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] bahwa Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata:
Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ketika tidur, aku bermimpi diriku berada didalam surga, disana ada seorang wanita yang sedang berwudlu' di samping istana. Aku bertanya: "Untuk siapakah istana itu?" Mereka menjawab: "Untuk 'Umar." Namun aku teringat kecemburuanmu, maka aku berpaling." Seketika 'Umar menangis dan berkata: "Apakah patut aku cemburu kepadamu, wahai Rasulullah?"
Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ketika tidur, aku bermimpi diriku berada didalam surga, disana ada seorang wanita yang sedang berwudlu' di samping istana. Aku bertanya: "Untuk siapakah istana itu?" Mereka menjawab: "Untuk 'Umar." Namun aku teringat kecemburuanmu, maka aku berpaling." Seketika 'Umar menangis dan berkata: "Apakah patut aku cemburu kepadamu, wahai Rasulullah?"