Ketika turun ayat: {WAKULUU WASYRABUU HATTAA YATABAYYANA LAKUMUL KHAITHUL ABYADLU MINAL KHAITHIL ASWADI} (Dan makan minumlah kamu sehingga terang bagimu benang putih dari benang hitam) (QS. Al Baqarah: 187) Sedangkan ayat {MINAL FAJRI} (Di waktu fajar) belum turun. Orang-orangpun apabila mau berpuasa, salah seorang dari mereka mengikat kakinya dengan benang putih dan benang hitam, dan mereka terus makan hingga nampak bagi mereka kedua benang tersebut. Lalu Allah menurunkan ayat: {MINAL FAJRI} (Di waktu fajar) Akhirnya mereka mengerti bahwa yang dimaksud adalah dari waktu malam ke siang.
Sahih Bukhari: Hadith 4151
45. Tafsir Al-Qur'an
صحيح البخاري
/2157 Chapter:
Surat al Baqarah ayat 187
قوله وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الأبيض من
4151
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٤١٥١: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ
وَأُنْزِلَتْ
{ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمْ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنْ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ }
وَلَمْ يُنْزَلْ
{ مِنْ الْفَجْرِ }
وَكَانَ رِجَالٌ إِذَا أَرَادُوا الصَّوْمَ رَبَطَ أَحَدُهُمْ فِي رِجْلَيْهِ الْخَيْطَ الْأَبْيَضَ وَالْخَيْطَ الْأَسْوَدَ وَلَا يَزَالُ يَأْكُلُ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُ رُؤْيَتُهُمَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ بَعْدَهُ
{ مِنْ الْفَجْرِ }
فَعَلِمُوا أَنَّمَا يَعْنِي اللَّيْلَ مِنْ النَّهَارِ
Shahih Bukhari 4151: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Maryam] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ghassan Muhammad bin Mutharrif] Telah menceritakan kepadaku [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] dia berkata:
Ketika turun ayat: {WAKULUU WASYRABUU HATTAA YATABAYYANA LAKUMUL KHAITHUL ABYADLU MINAL KHAITHIL ASWADI} (Dan makan minumlah kamu sehingga terang bagimu benang putih dari benang hitam) (QS. Al Baqarah: 187) Sedangkan ayat {MINAL FAJRI} (Di waktu fajar) belum turun. Orang-orangpun apabila mau berpuasa, salah seorang dari mereka mengikat kakinya dengan benang putih dan benang hitam, dan mereka terus makan hingga nampak bagi mereka kedua benang tersebut. Lalu Allah menurunkan ayat: {MINAL FAJRI} (Di waktu fajar) Akhirnya mereka mengerti bahwa yang dimaksud adalah dari waktu malam ke siang.
Ketika turun ayat: {WAKULUU WASYRABUU HATTAA YATABAYYANA LAKUMUL KHAITHUL ABYADLU MINAL KHAITHIL ASWADI} (Dan makan minumlah kamu sehingga terang bagimu benang putih dari benang hitam) (QS. Al Baqarah: 187) Sedangkan ayat {MINAL FAJRI} (Di waktu fajar) belum turun. Orang-orangpun apabila mau berpuasa, salah seorang dari mereka mengikat kakinya dengan benang putih dan benang hitam, dan mereka terus makan hingga nampak bagi mereka kedua benang tersebut. Lalu Allah menurunkan ayat: {MINAL FAJRI} (Di waktu fajar) Akhirnya mereka mengerti bahwa yang dimaksud adalah dari waktu malam ke siang.