Ketika turun ayat: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang). (QS. An Nisa: 95), Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Panggilkan si fulan!", maka ia datang seraya membawa tempat tinta dan lembaran dari kayu atau tulang. Lalu beliau bersabda: "Tulislah: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA} {WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang) (dan mereka yang berjihad fii sabilillah)." (QS. An Nisa: 95) sedangkan di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada Ibnu Ummi Maktum, lalu dia berkata: "Wahai Rasulullah, aku ini buta." Maka turunlah dalam ayat itu: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA GHAIRU UULIDL DLARAR' WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang Kecuali orang-orang yang mempunyai halangan, dan mereka yang berjihad fii sabilillah).
Sahih Bukhari: Hadith 4228
45. Tafsir Al-Qur'an
صحيح البخاري
/2221 Chapter:
Surat An Nisaa` ayat 95
لا يستوي القاعدون من المؤمنين والمجاهدون في سبيل الله
4228
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٤٢٢٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ
لَمَّا نَزَلَتْ
{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُوا فُلَانًا فَجَاءَهُ وَمَعَهُ الدَّوَاةُ وَاللَّوْحُ أَوْ الْكَتِفُ فَقَالَ اكْتُبْ
{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }
{ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ }
وَخَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا ضَرِيرٌ فَنَزَلَتْ مَكَانَهَا
{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرَ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ }
Shahih Bukhari 4228: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Bara'] dia berkata:
Ketika turun ayat: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang). (QS. An Nisa: 95), Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Panggilkan si fulan!", maka ia datang seraya membawa tempat tinta dan lembaran dari kayu atau tulang. Lalu beliau bersabda: "Tulislah: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA} {WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang) (dan mereka yang berjihad fii sabilillah)." (QS. An Nisa: 95) sedangkan di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada Ibnu Ummi Maktum, lalu dia berkata: "Wahai Rasulullah, aku ini buta." Maka turunlah dalam ayat itu: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA GHAIRU UULIDL DLARAR' WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang Kecuali orang-orang yang mempunyai halangan, dan mereka yang berjihad fii sabilillah).
Ketika turun ayat: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang). (QS. An Nisa: 95), Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Panggilkan si fulan!", maka ia datang seraya membawa tempat tinta dan lembaran dari kayu atau tulang. Lalu beliau bersabda: "Tulislah: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA} {WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang) (dan mereka yang berjihad fii sabilillah)." (QS. An Nisa: 95) sedangkan di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada Ibnu Ummi Maktum, lalu dia berkata: "Wahai Rasulullah, aku ini buta." Maka turunlah dalam ayat itu: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MU'MINIINA GHAIRU UULIDL DLARAR' WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH} (Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang Kecuali orang-orang yang mempunyai halangan, dan mereka yang berjihad fii sabilillah).