4606
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٤٦٠٦: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ
لَمَّا نَزَلَتْ
{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }
{ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ }
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُ لِي زَيْدًا وَلْيَجِئْ بِاللَّوْحِ وَالدَّوَاةِ وَالْكَتِفِ أَوْ الْكَتِفِ وَالدَّوَاةِ ثُمَّ قَالَ اكْتُبْ
{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ }
وَخَلْفَ ظَهْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمْرُو بْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ الْأَعْمَى قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا تَأْمُرُنِي فَإِنِّي رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ فَنَزَلَتْ مَكَانَهَا
{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }
{ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ }
{ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ }
Shahih Bukhari 4606: Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Musa] dari [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari [Al Baraa`] ia berkata:
Ketika turunnya ayat: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MUKMINIINA} {WAL MUJAAHIDUUNA FI SABIILILLAH} (Tidaklah sama antara orang-orang yang duduk dari kaum mukminin) (dengan para Mujahid yang berjuang di jalan Allah). Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Panggilkanlah Zaid bin Tsabit, dan hendaklah ia membawa alat tulis dan tinta serta tulang." Kemudian beliau bersabda: "Tuliskanlah: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA}." Sementara saat itu di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada Amru bin Ummi Maktum Al A'ma, ia berkata: "Wahai Rasulullah, apa yang akan Anda perintahkan kepadaku? Sedangkan aku adalah seorang yang buta tak bisa melihat." Maka turunlah ayat: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MUKMINIINA} {WAL MUJAAHIDUUNA FI SABIILILLAH} {GHAIRA UULIDL DLARARA} (Tidaklah sama antara orang-orang yang duduk dari kaum mukminin) (dengan para Mujahid yang berjuang di jalan Allah), (kecuali bagi yang memiliki udzur). (QS. An Nisa': 95).
Ketika turunnya ayat: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MUKMINIINA} {WAL MUJAAHIDUUNA FI SABIILILLAH} (Tidaklah sama antara orang-orang yang duduk dari kaum mukminin) (dengan para Mujahid yang berjuang di jalan Allah). Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Panggilkanlah Zaid bin Tsabit, dan hendaklah ia membawa alat tulis dan tinta serta tulang." Kemudian beliau bersabda: "Tuliskanlah: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA}." Sementara saat itu di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada Amru bin Ummi Maktum Al A'ma, ia berkata: "Wahai Rasulullah, apa yang akan Anda perintahkan kepadaku? Sedangkan aku adalah seorang yang buta tak bisa melihat." Maka turunlah ayat: {LAA YASTAWIL QAA'IDUUNA MINAL MUKMINIINA} {WAL MUJAAHIDUUNA FI SABIILILLAH} {GHAIRA UULIDL DLARARA} (Tidaklah sama antara orang-orang yang duduk dari kaum mukminin) (dengan para Mujahid yang berjuang di jalan Allah), (kecuali bagi yang memiliki udzur). (QS. An Nisa': 95).