557
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٥٥٧: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ قَالَ حَدَّثَنَا الشَّيْبَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
رَكْعَتَانِ لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَعُهُمَا سِرًّا وَلَا عَلَانِيَةً رَكْعَتَانِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الْعَصْرِ
Shahih Bukhari 557: Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahid] berkata: telah menceritakan kepada kami [Asy Syaibani] berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Al Aswad] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah] berkata:
"Dua raka'at yang tidak pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tinggalkan baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan adalah dua raka'at sebelum Shubuh dan dua raka'at setelah 'Ashar."
"Dua raka'at yang tidak pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tinggalkan baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan adalah dua raka'at sebelum Shubuh dan dua raka'at setelah 'Ashar."