Sahih Bukhari: Hadith 6642
73. Hukum-hukum
صحيح البخاري
/3634 Chapter:
Larangan oportunis (Jika ketemu penguasa memuji-muji) jika telah pulang mengatakan kebalikannya
ما يكره من ثناء السلطان وإذا خرج قال غير ذلك
6642
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٦٦٤٢: حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أُنَاسٌ لِابْنِ عُمَرَ
إِنَّا نَدْخُلُ عَلَى سُلْطَانِنَا فَنَقُولُ لَهُمْ خِلَافَ مَا نَتَكَلَّمُ إِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِهِمْ قَالَ كُنَّا نَعُدُّهَا نِفَاقًا
Shahih Bukhari 6642: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Muhammad bin Zaid bin Abdullah bin Umar] dari [ayahnya], Beberapa orang berkata kepada Ibnu Umar: 'dahulu jika kami menemui penguasa kami, kami mengatakan sesuatu yang menyelisihi pembicaraan kami ketika kami telah meninggalkannya.' Maka Ibnu Umar berkata: "yang demikian kami anggap suatu kemunafikan."