hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 1634

5. Witir

سنن الدارقطني

/169 Chapter:

Larangan Menyamakan Shalat Witir dengan Shalat Maghrib

لَا تُشَبِّهُوا الْوِتْرَ بِصَلَاةِ الْمَغْرِبِ

1634
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya shahih. HR. Ibnu Hibban (2420), Ath-Thahawi (1/892), Al Hakim (1/304), dan Al Baihaqi (3/31), melalui beberapa jalur periwayatan dari Shalih bin Kisan.
سنن الدارقطني ١٦٣٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الْأَشْعَثِ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , أَنْبَأَ سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا مَوْهَبُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ خَالِدٍ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : «لَا تَوْتِرُوا بِثَلَاثٍ , أَوْتِرُوا بِخَمْسٍ , أَوْ بِسَبْعٍ وَلَا تَشَبَّهُوا بِصَلَاةِ الْمَغْرِبِ». وَاللَّفْظُ لِمَوْهِبِ بْنِ يَزِيدَ , كُلُّهُمْ ثِقَاتٌ
Sunan Daruquthni 1634: Abdullah bin Sulaiman bin Al Asy'ats Menceritakan kepada kami, Ahmad bin Shalih menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahb menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal mengabarkan kepada kami, {h} dan Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami. Mauhib bin Yazid bin Khalid menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahb menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami. dari Shalih bin Kaisan, dari Abdullah bin Al Fadhl, dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Abdurrahman Al A'raj, dari Abu Hurairah. Dari Rasulullah SAW, beliau bersabda. "Janganlah kalian mengerjakan Witir dengan tiga raka'at, lakukanlah dengan lima atau tujuh raka'at dan janganlah kalian menyamakan dengan shalat Maghrib." Lafazh ini menurut Mauhib bin Yazid, semuanya terpercaya.