سنن الدارقطني ٢٠٤٨: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَتِيقٍ الْعَنْسِيُّ بِدِمَشْقَ , ثنا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدِّمَشْقِيُّ , ثنا أَبُو يَزِيدَ الْخَوْلَانِيُّ , ثنا سَيَّارُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الصَّدَفِيُّ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «زَكَاةُ الْفِطْرِ طُهْرَةٌ لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةٌ لِلْمَسَاكِينِ , مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ , وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ». لَيْسَ فِيهِمْ مَجْرُوحٌ
Sunan Daruquthni 2048: Abu Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Atiq Al Absi menceritakan kepada kami di Dimasyq, Marwan bin Muhammad Ad-Dimasyqi menceritakan kepada kami. Abu Yazid Al Khaulani menceritakan kepada kami, Sayyar bin Abdurrahman Ash-Shadafi menceritakan kepada kami, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Zakat fitrah itu merupakan kesucian bagi orang yang berpuasa dari senda gurau dan perkataan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat, maka itu adalah zakat yang diterima dan barangsiapa menunaikannya sesudah shalat, maka itu termasuk salah satu sedekah."' Tidak ada di antara mereka perawi yang dicela.