سنن الدارقطني ٢١٢٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , ثنا يَحْيَى بْنُ عَيَّاشٍ الْقَطَّانُ , حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْأُبُلِّيُّ , ثنا مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ , وَأَبُوعَوَانَةَ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَيْسَرَةَ , عَنْ طَاوُسٍ , قَالَ: شَهِدْتُ الْمَدِينَةَ وَبِهَا ابْنُ عُمَرَ , وَابْنُ عَبَّاسٍ , فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى وَالِيهَا فَشَهِدَ عِنْدَهُ عَلَى رُؤْيَةِ الْهِلَالِ هِلَالِ رَمَضَانَ , فَسَأَلَ ابْنَ عُمَرَ , وَابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ شَهَادَتِهِ فَأَمَرَهُ أَنْ يُجِيزَهُ , وَقَالَا: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَجَازَ شَهَادَةَ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى رُؤْيَةِ الْهِلَالِ هِلَالِ رَمَضَانَ» , قَالَا: «وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُجِيزُ شَهَادَةَ الْإِفْطَارِ إِلَّا بِشَهَادَةِ رَجُلَيْنِ». تَفَرَّدَ بِهِ حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْأُبُلِّيُّ أَبُو إِسْمَاعِيلَ وَهُوَ ضَعِيفُ الْحَدِيثِ
Sunan Daruquthni 2129: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami. Yahya bin Ayyasy Al Qaththan menceritakan kepada kami, Hafsh bin Umar Al Ubuli menceritakan kepada kami, Mis'ar bin Kidam dan Abu Awanah menceritakan kepada kami, dari Abdul Malik bin Maisarah. dari Thawus, dia berkata, "Saya menyaksikan kota Madinah dan di sana ada Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Lalu ada seorang datang menemui penguasa kota tersebut dan bersaksi di hadapannya bahwa dia melihat hilal yaitu hilal Ramadhan. Lalu sang penguasa tersebut bertanya kepada Ibnu Umar dan Ibnu Abbas tentang persaksiannya dan menyuruhnya agar membolehkan persaksiannya itu dan keduanya berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW membolehkan persaksian satu orang tentang melihat hilal yaitu hilal Ramadhan. Dan keduanya juga berkata, "Dan Rasulullah SAW tidak membolehkan persaksian berbuka (Idul Fitri) kecuali dengan persaksian dua orang." Hafsh meriwayatkannya sendiri dari Umar Al Ubuli Abu Ismail, dan dia itu haditsnya dha'if.