hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 2292

11. Puasa

سنن الدارقطني

/223 Chapter:

Mencium bagi Orang yang Berpuasa

بَابُ الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ

2292
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya dha'if dan munqathi'
سنن الدارقطني ٢٢٩٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ , ثنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , قَالَ: قَالَتْ عَائِشَةُ: " نَزَلَتْ {فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ} [البقرة: 184] مُتَتَابِعَاتٍ فَسَقَطَتْ مُتَتَابِعَاتٌ ". سَقَطَ لَمْ يَقُلْ غَيْرُ عُرْوَةَ
Sunan Daruquthni 2292: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Abdurrazzak menceritakan kepada kami. Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab. dia mengatakan, Aisyah berkata: Turun ayat "Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain" secara berturut-turut, lalu gugur kewajiban berturutturut." Kata "gugur" tidak ada yang mengatakannya selain Urwah.