hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 2339

11. Puasa

سنن الدارقطني

/224 Chapter:

I'tikaf

بَابُ الِاعْتِكَافِ

2339
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya dha'if. HR. Al Baihaqi (4/315), dari Az-Zuhri dari Urwah. Menurut saya, di dalam hadits tersebut terdapat Al Hajjaj bin Arthah dha'if, biografinya telah dijelaskan tidak hanya sekali.
سنن الدارقطني ٢٣٣٩: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ , حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي الزُّهْرِيُّ , عَنِ الِاعْتِكَافِ وَكَيْفَ سُنَّتِهِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , وَعُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُمَا , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ , ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ , وَأَنَّ السُّنَّةَ فِي الْمُعْتَكِفِ أَنْ لَا يَخْرُجَ إِلَّا لِحَاجَةِ الْإِنْسَانِ وَلَا يَتْبَعُ جِنَازَةً وَلَا يَعُودُ مَرِيضًا وَلَا يَمَسُّ امْرَأَةً وَلَا يُبَاشِرُهَا , وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ وَسُنَّةُ مَنِ اعْتَكَفَ أَنْ يَصُومَ»
Sunan Daruquthni 2339: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa'id bin Muslim menceritakan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij, AzZuhri mengabarkan kepadaku tentang i'tikaf dan bagaimana sunahnya, dari Sa'id bin Al Musayyab dan Urwah Az-Zubair, dari Aisyah dia memberitakan kepada mereka berdua, "Bahwa Rasulullah SAW biasa beritikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian istri-istri beliau melakukan i'tikaf sesudah beliau. Dan sunnah bagi orang yang beri'tikaf agar tidak keluar kecuali karena kebutuhan yang bersifat manusiawi, tidak boleh mengantar jenazah, tidak boleh menjenguk orang yang sakit, tidak boleh menyentuh wanita dan menggaulinya, tidak beri'tikaf kecuali di masjid jama'ah dan sunnah bagi orang yang beri'tikaf agar berpuasa."