سنن الدارقطني ٤٠١٠: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا يَزِيدُ الْعَدَنِيُّ , نا سُفْيَانُ , نا حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , قَالَ: وَجَدْنَا فِي كِتَابِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: «إِذَا عَبَثَ الْمَعْتُوهُ بِامْرَأَتِهِ أُمِرَ وَلِيُّهُ أَنْ يُطَلِّقَ» تَابَعَهُ أَبُو حُذَيْفَةَ , عَنْ سُفْيَانَ مِثْلَهُ
Sunan Daruquthni 4010: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Yazid bin Al Adani menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Habib Ibnu Abi Tsabit menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu'aib, dia berakata, "Kami mendapatkan di dalam surat Abdullah bin Amr dari Umar bin Khaththab, dia berkata, 'Bila orang gila menyia-nyiakan istrinya, walinya memerintahkan untuk menalak'." Abu Hudzaifah menguatkannya dari Sufyan dengan redaksi yang sama.