سنن الدارقطني ٤١٥٢: حَدَّثَنَا رُزَيْقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَخْرَمِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ الْجُشَمِيُّ , نا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «مَنْ وَجَدَ مَالَهُ فِي الْفَيْءِ قَبْلَ أَنْ يُقْسَمَ فَهُوَ لَهُ , وَمَنْ وَجَدَهُ بَعْدَمَا قُسِمَ فَلَيْسَ لَهُ شَيْءٌ». إِسْحَاقُ هُوَ ابْنُ أَبِي فَرْوَةَ مَتْرُوكٌ
Sunan Daruquthni 4152: Zuraiq bin Abdullah Al Makhrami menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Faraj Al Jusyami menceritakan kepada kami, Umar bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abdullah menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa mendapatkan hartanya ada di dalam fa‟i sebelum dibagikan, maka harta itu miliknya, dan barangsiapa mendapatinya setelah dibagikan, maka dia tidak lagi punya hak terhadapnya." Ishaq adalah Ibnu Abu Farwah, yang dinilai matruk.