سنن الدارقطني ٤٤٠٦: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ مُحَمَّدٍ , وَعَبْدِ اللَّهِ ابْنِي أَبِي بَكْرٍ , وَعَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ بَكْرِ بْنِ حَازِمٍ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ حَائِطِي هَذَا صَدَقَةٌ وَهُوَ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَرَسُولُهُ فَجَاءَ أَبَوَاهُ , فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ قِوَامَ عَيْشِنَا «فَرَدَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمَا» ثُمَّ مَاتَا فَوَرِثَهُمَا ابْنُهُمَا بَعْدَهُمَا. هَذَا أَيْضًا مُرْسَلٌ لِأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ تُوُفِّيَ فِي خِلَافَةِ عُثْمَانَ وَلَمْ يُدْرِكْهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ حَزْمٍ.
Sunan Daruquthni 4406: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Muhammad dan Abdullah —keduanya putra Abu Bakar,— serta Amr bin Dinar, dari Bakar bin Hazim, bahwa Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kebunku ini adalah sedekah. Yaitu kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya." Lalu kedua orang tuanya datang kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, (kebun itu) adalah penopang penghidupan kami." Maka Rasulullah SAW mengembalikannya kepada mereka berdua, lalu setelah keduanya meninggal, anak mereka mewarisinya. Riwayat ini juga mursal, karena Abdullah bin Zaid bin Abd Rabbih meninggal pada masa khilafah Utsman, dan Abu Bakar bin Hazm tidak pernah berjumpa dengannya.