hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 839

2. Haidl

سنن الدارقطني

/69 Chapter:

Mengusap Khuff Tanpa Batasan Waktu

بَابُ مَا فِي الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ مِنْ غَيْرِ تَوْقِيتٍ

839
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah lagi janggal: HR. Abu Daud (307-308) dari Qatadah dari Ummu Al Hudzail. Dikeluarkan juga oleh Ath-Thabrani (25/64); Ibnu Abi Syaibah (1/93) dari Hisyam bin Hassan. Ada perbedaan pada Hisyam, yang mana Zaidah dan Yahya bin Zakariyya meriwayatkan darinya tanpa tambahan "ba 'dath thuhri (setelah suci)". Hadits ini asalnya terdapat dalam riwayat Al Bukhari dan yang lainnya tanpa kalimat "ba 'dath thuhri (setelah suci)."
سنن الدارقطني ٨٣٩: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ , ثنا عَبْدُ الْوَهَّابِ , أنا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ , عَنْ حَفْصَةَ , عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ , أَنَّهَا قَالَتْ: «كُنَّا لَا نَرَى التَّرِيَّةَ بَعْدَ الطُّهْرِ شَيْئًا , وَهِيَ الصُّفْرَةُ وَالْكُدْرَةُ»
Sunan Daruquthni 839: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Thalib mengabarkan kepada kami, Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Hisyam bin Hassan memberitahukan kepada kami, dari Hafshah, dari Ummu Athiyyah, bahwa ia menuturkan, "Kami tidak menganggap tariyyah setelah suci, yaitu cairan kekuningkuningan dan cairan keruh."