hadith book logo

Sahih Ibn Hibban: Hadith 29

1. Sahih Ibn Hibban

صحيح ابن حبان

29
Sahih Ibn Hibban
صحيح ابن حبان ٢٩: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى السِّخْتِيَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ حَدَّثَ حَدِيثًا، وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ‏.
Shahih Ibnu Hibban 29: Imran bin Musa As-Sakhtiyani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Hakam, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Samurah bin Jundub, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; “Siapa menceritakan sebuah hadits, sedang dia menduga (yuraa) bahwa itu dusta, maka dia adalah salah satu dari dua orang yang berdusta (ahad al kaadzibaini).” [2:109]