Shahih Ibnu Hibban 39: Muhammad bin Abdullah bin Al Junaid mengabarkan kepada kami; Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami: Abu Awanah, dari Musa bin Abu Aisyah, dari Sa’id bin J ubair, dari Ibnu Abbas, tentang firman Allah; “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya, ”(QS. Al Qiyaamah [75]: 16) dia berkata: Dulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menderita kesempitan karena penurunan wahyu. Beliau biasa menggerakkan kedua bibir beliau. Ibnu Abbas berkata: Aku menggerakkan keduanya, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggerakkan keduanya. Maka Allah menurunkan; “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur‘an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan (membuatmu pandai) membacanya.” (Qs. Al Qiyaamah [75]: 16- 17) Dia berkata: mengumpulkannya dalam dadamu, lalu kamu membacanya. “Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (Qs. Al Qiyaamah [75]: 18) Dia berkata: maka dengarkanlah dan diamlah. “Kemudiam sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” (Qs. Al Qiyaamah [75]: 19) Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah, agar kamu dapat membacanya. Ibnu Abbas berkata: Sejak saat itu, apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam didatangi oleh Jibril, beliau diam. Kemudian apabila Jibril telah pergi, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya sebagaimana sebelumnya dibacakan oleh jibril." [3:1]