hadith book logo

Sahih Ibn Hibban: Hadith 809

1. Sahih Ibn Hibban

صحيح ابن حبان

809
Sahih Ibn Hibban
صحيح ابن حبان ٨٠٩: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَبِيبَةَ حَدَّثَهُ، أَنَّ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ خَيْرُ الذِّكْرِ الْخَفِيُّ، وَخَيْرُ الرِّزْقِ، أَوِ الْعَيْشِ، مَا يَكْفِي‏.‏الشَّكُّ مِنِ ابْنِ وَهْبٍ‏.‏
Shahih Ibnu Hibban 809: Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Usamah bin Zaid mengabarkan kepada kami, bahwa Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Labibah menceritakan kepadanya, bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik dzikir adalah dzikir yang tersembunyi (dengan suara pelan), sementara sebaik-baik rezeki atau penghidupan adalah yang secukupnya (ala kadarnya). ”8 [(1:2)] Keraguan yang terdapat pada hadits tersebut (yaitu pada lafazh “atau”) adalah berasal dari Ibnu Wahb.