hadith book logo

Sahih Ibn Hibban: Hadith 838

1. Sahih Ibn Hibban

صحيح ابن حبان

838
Sahih Ibn Hibban
صحيح ابن حبان ٨٣٨: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمُرَ، عَنْ أَبِي الأَسْوَدِ الدِّيلِيِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأَجْرِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَولَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَتَصَدَّقُونَ بِهِ، كُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ‏.‏
Shahih Ibnu Hibban 838: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Muhammad bin Asma' menceritakan kepada kami, dia berkata: Mahdi bin Maimun menceritakan kepada kami, dia berkata: Washil, maulaAbu ‘Uyainah, menceritakan kepada kami, dari Yahya bin ‘Aqil, dari Yahya bin Ya’mur, dari Abu Al Aswad Ad-Dili, dari Abu Dzar, bahwa ada sekelompok orang shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang yang mempunyai harta berlimpah telah memborong pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami juga mengerjakannya, mereka berpuasa sebagaimana kami juga mengerjakannya, kemudian mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta-harta mereka (sedangkan kami tidak mampu melakukannya).” Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian apa-apa yang dapat kalian jadikan sedekah; (Ingatlah) setiap tasbih itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, mengajak berbuat kebaikan termasuk sedekah dan mencegah terjadinya kemungkaran juga termasuk sedekah. ” 42 [(1:2)]