hadith book logo

Ibn Majah: Hadith 3448

26. Pengobatan

سنن ابن ماجه

/1287 Chapter:

As Sana (tumbuhan obat) dan As Sanut (madu)

السنا والسنوت

3448
Ibn Majah
Darussalam: Hasan
سنن ابن ماجه ٣٤٤٨: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ بْنِ سَرْحٍ الْفِرْيَابِيُّ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ بَكْرٍ السَّكْسَكِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي عَبْلَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُبَيِّ بْنَ أُمِّ حَرَامٍ وَكَانَ قَدْ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَتَيْنِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِالسَّنَى وَالسَّنُّوتِ فَإِنَّ فِيهِمَا شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا السَّامَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ قَالَ عَمْرٌو قَالَ ابْنُ أَبِي عَبْلَةَ السَّنُّوتُ الشِّبِتُّ و قَالَ آخَرُونَ بَلْ هُوَ الْعَسَلُ الَّذِي يَكُونُ فِي زِقَاقِ السَّمْنِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّاعِرِ هُمْ السَّمْنُ بِالسَّنُّوتِ لَا أَلْسَ فِيهِمْ وَهُمْ يَمْنَعُونَ جَارَهُمْ أَنْ يُقَرَّدَا
Sunan Ibnu Majah 3448: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Muhammad bin Yusuf bin Sarh Al firyani] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Bakr As Saksaki] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Abu 'Ablah] dia berkata: aku mendengar [Abu Ubay bin Ummi Haram] -dan dia ikut serta shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghadap dua kiblat- dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaknya kalian menggunakan pohon sanaa (sejenis pohon yang di gunkan untuk obat) dan sanuut (madu atau sari buah yang kental), karena keduanya mengandung penawar dari semua penyakit, kecuali As Saam." Beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, apakah As Saam itu?" beliau menjawab: "Kematian." Amru berkata: "Ibnu Abu 'Ablah berkata: "As sanuut adalah asy syabitu (sejenis tumbuhan)." Dan yang lain berkata: "Dia adalah madu yang terdapat pada sela-sela minyak samin. Seperti yang di sebutkan dalam sya'ir: 'Mereka seperti as saanut yang berada di sela-sela minyak samin, tiada khianat atas mereka, mereka menghalangi tetangga mereka untuk melakukan kebohongan'."