hadith book logo

Sahih Muslim: Hadith 1246

7. Sholatnya Musafir dan Penjelasan Tentang Qoshor

صحيح مسلم

/294 Chapter:

Shalat malam dua rakaat-dua rakaat, dan shalat witir satu rakaat diakhir malam

صلاة الليل مثنى مثنى والوتر ركعة من آخر الليل

1246
Sahih Muslim
Albani: Shahih
صحيح مسلم ١٢٤٦: و حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى مِنْ اللَّيْلِ فَلْيَجْعَلْ آخِرَ صَلَاتِهِ وِتْرًا قَبْلَ الصُّبْحِ كَذَلِكَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُهُمْ
Shahih Muslim 1246: Dan telah menceritakan kepadaku [Harun bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Muhammad] katanya: [Ibn Juraij] mengatakan: telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] bahwa [Ibnu Umar] mengatakan: "Barangsiapa shalat malam, hendaknya ia menjadikan akhir shalatnya adalah witir sebelum (tiba waktu) subuh, demikianlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat."