Saat kami di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau lalu bersabda: "Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar? Yaitu tiga perkara: menyekutukan Allah, mendurhakai kedua ibu bapak, dan bersaksi palsu atau berkata dusta." Saat itu beliau sedang bersandar lalu duduk. Beliau terus mengulangi perkataannya sehingga kami berkata: "Semoga beliau berhenti."
Sahih Muslim: Hadith 126
2. Iman
صحيح مسلم
/42 Chapter:
Penjelasan tentang sebesar-besar dosa besar
بيان الكبائر وأكبرها
126
Sahih Muslimصحيح مسلم ١٢٦: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بُكَيْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ النَّاقِدُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَوْ قَوْلُ الزُّورِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ
Shahih Muslim 126: Telah menceritakan kepadaku [Amru bin Muhammad bin Bukair bin Muhammad an-Naqid] telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Ulayyah] dari [Sa'id Al Juraiji] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [bapaknya] dia berkata:
Saat kami di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau lalu bersabda: "Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar? Yaitu tiga perkara: menyekutukan Allah, mendurhakai kedua ibu bapak, dan bersaksi palsu atau berkata dusta." Saat itu beliau sedang bersandar lalu duduk. Beliau terus mengulangi perkataannya sehingga kami berkata: "Semoga beliau berhenti."
Saat kami di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau lalu bersabda: "Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar? Yaitu tiga perkara: menyekutukan Allah, mendurhakai kedua ibu bapak, dan bersaksi palsu atau berkata dusta." Saat itu beliau sedang bersandar lalu duduk. Beliau terus mengulangi perkataannya sehingga kami berkata: "Semoga beliau berhenti."