hadith book logo

Musnad Ahmed: Hadith 17515

10. Musnad Penduduk Kuffah

مسند احمد

/623 Chapter:

Hadits Al Mughirah bin Syu'bah Radliyallahu ta'ala 'anhu

حديث المغيرة بن شعبة رضي الله تعالى عنه

17515
Musnad Ahmed
Albani: Sanadnya Dha'if
مسند أحمد ١٧٥١٥: حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ عَنِ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ دَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاءٍ فَأَتَيْتُ خِبَاءً فَإِذَا فِيهِ امْرَأَةٌ أَعْرَابِيَّةٌ قَالَ فَقُلْتُ إِنَّ هَذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُرِيدُ مَاءً يَتَوَضَّأُ فَهَلْ عِنْدَكِ مِنْ مَاءٍ قَالَتْ بِأَبِي وَأُمِّي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَاللَّهِ مَا تُظِلُّ السَّمَاءُ وَلَا تُقِلُّ الْأَرْضُ رُوحًا أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ رُوحِهِ وَلَا أَعَزَّ وَلَكِنَّ هَذِهِ الْقِرْبَةَ مَسْكُ مَيْتَةٍ وَلَا أُحِبُّ أُنَجِّسُ بِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجَعْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا فَإِنْ كَانَتْ دَبَغَتْهُ فَهِيَ طَهُورُهَا قَالَ فَرَجَعْتُ إِلَيْهَا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهَا فَقَالَتْ أَيْ وَاللَّهِ لَقَدْ دَبَغْتُهَا فَأَتَيْتُهُ بِمَاءٍ مِنْهَا وَعَلَيْهِ يَوْمَئِذٍ جُبَّةٌ شَامِيَّةٌ وَعَلَيْهِ خُفَّانِ وَخِمَارٌ قَالَ فَأَدْخَلَ يَدَيْهِ مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ قَالَ مِنْ ضِيقِ كُمَّيْهَا قَالَ فَتَوَضَّأَ فَمَسَحَ عَلَى الْخِمَارِ وَالْخُفَّيْنِ
Musnad Ahmad 17515: Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] telah menceritakan kepada kami [Mu'an bin Rifa'ah] telah menceritakan kepadaku [Ali bin Yazid] dari [Al Qasim Abu Abdurrahman] dari [Abu Umamah Al Bahili] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilku untuk membawakan air, lalu aku mendatangi suatu kemah yang ternyata di dalamnya terdapat seorang wanita. Aku berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerlukan air untuk berwudlu, apakah kamu mempunyai air?" wanita itu menjawab, "Demi bapak dan ibu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam! Demi Allah, tidak ada ruh yang dinaungi oleh langit dan dipangku oleh bumi yang lebih aku cintai dan lebih mulia melebihi ruhnya. Akan tetapi kantong air ini berasal dari kulit bangkai hewan, dan aku tidak suka kalau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkena najis darinya." Maka aku pun kembali menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukan hal itu. Beliau lalu bersabda: "Kembalilah kepada wanita itu, jika ia telah menyamaknya, maka kantong kulit itu telah menjadi suci." Akhirnya aku kembali ke tempat wanita itu lagi dan menuturkan hal itu. Wanita itu berkata: "Demi Allah, sungguh aku telah menyamaknya." Maka aku mendatangi beliau dengan membawakannya air dari kantong kulit itu. Saat itu beliau mengenakan Jubbah Syam, khuf dan Khimar (sejenis penutup kepala). Kemudian beliau mengeluarkan kedua tangannya dari bawah Jubbah karena kedua lengan Jubah tersebut sempit. Beliau lalu berwudlu, membasuh khimar dan kedua khufnya."