hadith book logo

Musnad Ahmed: Hadith 17904

10. Musnad Penduduk Kuffah

مسند احمد

/654 Chapter:

Hadits Al Barra` bin 'Azib Radliyallahu ta'ala 'anhu

حديث البراء بن عازب رضي الله تعالى عنه

17904
Musnad Ahmed
Albani: Sanadnya Shahih Sesuai Syarat Syaikhain Rijalnya Tsiqah Rijal Syaikhain Selain 'Ali Bin Shalih Dan Al Jarrah -Orang Tuanya Waki'- Mereka Rijal Muslim, Dan Keduanya Penguat. Dan Dikeluarkan Oleh Tirmidzi 2809 Dari Jalur Abdurrahman Bin Mahdi Dengan Sanad Ini. Dan Berkata: Hadits Ini Hasan Shahih
مسند أحمد ١٧٩٠٤: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَن أَبِيهِ وَعَلِيِّ بْنِ صَالِحٍ عَن أَشْعَثَ بْنِ سُلَيْمٍ عَن مُعَاوِيَةَ بْنِ سُوَيْدِ بْنِ مُقَرِّنٍ قَالَ أَبِي وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَن أَشْعَثَ بْنِ سُلَيْمٍ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ سُوَيْدٍ عَن الْبَرَاءِ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَرَدِّ السَّلَامِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ وَنَهَانَا عَنْ آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالتَّخَتُّمِ بِالذَّهَبِ وَلُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْقَسِّيِّ وَالْمَيَاثِرِ الْحُمْرِ وَالْإِسْتَبْرَقِ وَلَمْ يَذْكُرْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ آنِيَةَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ
Musnad Ahmad 17904: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [bapaknya] dan [Ali bin Shalih] dari [Asy'ats bin Sulaim] dari [Mu'awiyah bin Suwaid bin Muqarrin] -bapakku berkata- dan [Abdurrahman] ia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Asy'ats bin Sulaim] ia berkata: saya mendengar [Mu'awiyah bin Suwaid] dari [Al Baraa`] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami tujuh perkara dan juga melarang dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan untuk mengunjungi orang sakit, mengantar jenazah, mendo'akan orang yang bersin, membalas salam, memenuhi undangan, menolong orang yang terzhalimi dan menunaikan janji. Kemudian beliau melarang untuk memakai cincin emas, minum menggunakan bejana yang terbuat dari emas dan perak, mengenakan Ad Diibaaj (sejenis pakaian yang dilapisi sutera), kain sutera, Istabraq (sejenis kain yang dilapisi sutera), Al Qassi (pakaian yang bergaris-garis dengan sulaman sutera), dan mengenakan pelana dari kain sutera. Abdurrahman tidak menyebutkan "Bejana yang terbuat dari emas dan perak."