hadith book logo

Musnad Ahmed: Hadith 180

1. Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

مسند احمد

/2 Chapter:

Awal musnad Umar bin Al Khatthab Radliyallahu 'anhu

أول مسند عمر بن الخطاب رضي الله عنه

180
Musnad Ahmed
Albani: Isnaduhu Shahih Sesuai Syarat Muslim (185)
مسند أحمد ١٨٠: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَكَمِ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ وَقَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحَرِّمَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ تَعَالَى وَرَسُولُهُ فَلْيُحَرِّمْ النَّبِيذَ قَالَ وَسَأَلْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْجَرِّ قَالَ وَسَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَحَدَّثَ عَنْ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ قَالَ وَحَدَّثَنِي أَخِي عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ وَالْبُسْرِ وَالتَّمْرِ
Musnad Ahmad 180: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepadaku [Salamah Bin Kuhail] dia berkata: aku mendengar [Abul Hakam] berkata:

Aku bertanya kepada [Ibnu Abbas] tentang air anggur yang terdapat di Al Jarr (kendi yang terbuat dari tanah liat) dan Ad Dubbaa` (kendi yang terbuat dari kulit buah labu). Maka dia menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari air anggur dalam Al Jarr dan Ad Dubbaa` dan beliau bersabda: "Barangsiapa ingin mengharamkan apa yang telah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya haramkan, maka haramkanlah air anggur yang sudah menjadi khamer." [Abul Hakam] berkata: dan aku bertanya kepada [Ibnu Zubair], maka dia menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari Ad Dubbaa` dan Al Jarr." [Abul Hakam] berkata: dan aku bertanya kepada [Ibnu Umar], maka dia menceritakan dari [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang Al Jarr dan Al Muzaffaat (kendi yang dicet dengan ter). [Abul Hakam] berkata: dan telah menceritakan kepadaku [saudaraku] dari [Abu Sa'id] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari Al Jarr, Ad Dubbaa` dan Al Muzaffaat serta kurma mentah dan kurma matang (dimaksudkan untuk membuat tuak)."