hadith book logo

Musnad Ahmed: Hadith 182

1. Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

مسند احمد

/2 Chapter:

Awal musnad Umar bin Al Khatthab Radliyallahu 'anhu

أول مسند عمر بن الخطاب رضي الله عنه

182
Musnad Ahmed
Albani: Hadits Shahih Dengan Jalan-Jalannya (187)
مسند أحمد ١٨٢: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لِطَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ مَا لِي أَرَاكَ قَدْ شَعِثْتَ وَاغْبَرَرْتَ مُنْذُ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلَّكَ سَاءَكَ يَا طَلْحَةُ إِمَارَةُ ابْنِ عَمِّكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنِّي لَأَجْدَرُكُمْ أَنْ لَا أَفْعَلَ ذَلِكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَا يَقُولُهَا أَحَدٌ عِنْدَ حَضْرَةِ الْمَوْتِ إِلَّا وَجَدَ رُوحَهُ لَهَا رَوْحًا حِينَ تَخْرُجُ مِنْ جَسَدِهِ وَكَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَلَمْ أَسْأَلْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهَا وَلَمْ يُخْبِرْنِي بِهَا فَذَلِكَ الَّذِي دَخَلَنِي قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَنَا أَعْلَمُهَا قَالَ فَلِلَّهِ الْحَمْدُ فَمَا هِيَ قَالَ هِيَ الْكَلِمَةُ الَّتِي قَالَهَا لِعَمِّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ طَلْحَةُ صَدَقْتَ
Musnad Ahmad 182: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] dari [Mujalid] dari ['Amir] dari [Jabir Bin Abdullah] dia berkata:

Aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepada Thalhah Bin Ubaidillah: "Kenapa aku melihat rambutmu acak-acakan dan kumal berdebu sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mungkin kepemimpinan anak pamanmu telah membuat kamu sengsara wahai Thalhah?" Dia menjawab: "Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya aku lebih patut dari kalian untuk tidak melakukan demikian, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya aku tahu satu kalimat yang apabila seseorang mengucapkannya ketika sedang menghadapi kematian pasti akan mendapati ruhnya dalam keadaan mudah ketika keluar dari jasadnya dan pada hari Kiamat mempunyai cahaya." Akan tetapi aku belum sempat menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau belum memberitahukannya kepadaku, itulah yang membuat aku seperti ini." Umar berkata: "Aku mengetahuinya, maka segala puji hanya milik Allah tidak lain yang beliau katakan adalah kalimat yang beliau katakan kepada pamannya, yaitu "Laa Ilaaha Illallaah." [Thalhah] berkata: "Kamu benar."