مسند أحمد ٢٤٨٦٤: حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي زِيَادٌ أَنَّ أَبَا نَهِيكٍ أَخْبَرَهُ
أَنَّ أَبَا الدَّرْدَاءِ كَانَ يَخْطُبُ النَّاسَ أَنْ لَا وَتْرَ لِمَنْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ فَانْطَلَقَ رِجَالٌ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ إِلَى عَائِشَةَ فَأَخْبَرُوهَا فَقَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ فَيُوتِرُ
Musnad Ahmad 24864: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Ziyad] bahwa [Abu Nahiki] telah mengabarkan kepadanya: "Abu Darda' pernah berkhutbah di hadapan manusia: 'Tidak ada witir bagi yang telah mendapatkan waktu shubuh." Kemudian ada beberapa orang dari kaum mukminin pergi menemui [Aisyah] dan mengabarkan hal itu. Ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bangun pada waktu shubuh kemudian beliau shalat witir."