مسند أحمد ٢٤٨٧٤: حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كَانُوا يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ قَبْلَ أَنْ يُفْرَضَ رَمَضَانُ وَكَانَ يَوْمٌ فِيهِ تُسْتَرُ الْكَعْبَةُ فَلَمَّا فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَمَضَانَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ
Musnad Ahmad 24874: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abi Hafshah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata: "Mereka berpuasa pada hari asyura' sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, pada hari itu adalah hari ditutupnya Ka'bah. Ketika Allah Azzawajalla mewajibkan puasa rumadlan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang berkendak untuk berpuasa maka berpuasalah dan barang siapa yang hendak meninggalkannya maka tinggalkanlah."