مسند أحمد ٢٤٩٨٢: حَدَّثَنَا عَارِمُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ هِلَالِ بْنِ أَبِي حُمَيْدٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
قَالَ وَقَالَتْ عَائِشَةُ لَوْلَا ذَلِكَ أَبْرَزَ قَبْرَهُ وَلَكِنَّهُ خَشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا
Musnad Ahmad 24982: Telah menceritakan kepada kami [Arim bin Al Fadhl] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Hilal bin Abu Humaid] dari [Urwah bin Azzubair] dari [Aisyah] berkata: "Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sakit dan tidak bisa berdiri, beliau bersabda: 'Allah telah melaknati orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid'." (Urwah bin Azzubair) Berkata: Aisyah berkata: "Kalaulah bukan karena hal itu, kuburan beliau akan dibiarkan tampak. Akan tetapi, khawatir akan dijadikan masjid."