موطأ مالك ١٣٩٨: و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ عَمِّهِ أَبِي سُهَيْلِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ أَسِيرُ مَعَ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ
فَقَالَ مَا رَأْيُكَ فِي هَؤُلَاءِ الْقَدَرِيَّةِ فَقُلْتُ رَأْيِي أَنْ تَسْتَتِيبَهُمْ فَإِنْ تَابُوا وَإِلَّا عَرَضْتَهُمْ عَلَى السَّيْفِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَذَلِكَ رَأْيِي قَالَ مَالِك وَذَلِكَ رَأْيِي
Muwatha' Malik 1398: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari pamannya [Abu Suhail bin Malik] berkata: "Aku berjalan bersama Umar bin Abdul Aziz, lalu dia bertanya: "Apa pendapatmu tentang orang-orang Qadariyah?" Aku menjawab: "Menurutku anda harus meminta mereka untuk bertaubat, jika mereka bertaubat (engkau terima), namun jika tidak maka engkau hunuskan pedangmu untuk mereka." [Umar bin Abdul Aziz] berkata: "Itu juga pendapatku." Malik berkata: "Itu juga pendapatku."