hadith book logo

An Nasai: Hadith 379

3. Haidl dan Istihadloh

سنن النسائي

/236 Chapter:

Wanita haidh tidak terkena kewajiban shalat

سقوط الصلاة عن الحائض

379
An Nasai
Albani: Shahih
سنن النسائي ٣٧٩: أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ قَالَتْ سَأَلَتْ امْرَأَةٌ عَائِشَةَ أَتَقْضِي الْحَائِضُ الصَّلَاةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قَدْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا نَقْضِي وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءٍ
Sunan Nasa'i 379: Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Zurarah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Mu'adzah Al 'Adawiyah] dari dia berkata: "Seorang perempuan bertanya kepada [Aisyah]: 'Apakah orang haidl harus mengqadla shalat?' dia menjawab: 'Apakah kamu orang Haruriyah? Kita dahulu mengalami haidl pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kita tidak mengqadlanya, dan juga tidak disuruh mengqadlanya."