سنن النسائي ٣٩٣٥: قَالَ و أَخْبَرَنِي أَزْهَرُ بْنُ جَمِيلٍ الْبَصْرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ
اخْتَلَفَ أَهْلُ الْكُوفَةِ فِي هَذِهِ الْآيَةِ
{ وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا }
فَرَحَلْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ لَقَدْ أُنْزِلَتْ فِي آخِرِ مَا أُنْزِلَ ثُمَّ مَا نَسَخَهَا شَيْءٌ
Sunan Nasa'i 3935: Telah berkata dan mengabarkan kepadaku [Azhar bin Jamil Al Bashri], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Al Harits], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Mughirah bin An Mu'man] dari [Sa'id bin Jubair], ia berkata: penduduk Kufah berselisih mengenai ayat ini: Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja kemudian saya pergi kepada [Ibnu Abbas] dan bertanya kepadanya, maka ia berkata: sungguh ayat tersebut telah diturunkan di akhir sesuatu yang diturunkan kemudian tidak ada sesuatupun yang menghapusnya.