hadith book logo

An Nasai: Hadith 395

4. Mandi dan Tayammum

سنن النسائي

/246 Chapter:

Larangan orang yang junub mandi di air yang menggenang

ذكر نهي الجنب عن الاغتسال في الماء الدائم

395
An Nasai
Albani: Hasan Shahih
سنن النسائي ٣٩٥: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ الْبَغْدَادِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يُغْتَسَلَ فِيهِ مِنْ الْجَنَابَةِ
Sunan Nasa'i 395: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Shalih Al-bagdadi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Muhammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ajlan] dari [Abu Zinad] dari [Al-A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kencing di air yang menggenang kemudian mandi junub di sana.