hadith book logo

Musnad Syafi'i: Hadith 114

2. Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat

مسند الشافعي

114
Musnad Syafi'i
مسند الشافعي ١١٤: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ، أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُمْ خَرَجُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ تَبُوكَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، فَأَخَّرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا، ثُمَّ دَخَلَ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيعًا
Musnad Syafi'i 114: Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Zubair, dari Abu Ath-Thufail Amir bin Watsilah, bahwa Mu'adz bin Jabal pernah menceritakan kepadanya bahwa mereka (para sahabat) berangkat tersama Rasulullah pada tahun perang Tabuk, maka Rasulullah menjamak antara shalat Zhuhur dan shalat Ashar, serta antara shalat Maghrib dan shalat Isya. Mu'adz bin Jabal melanjutkan kisahnya: Pada suatu hari beliau mengakhirkan shalatnya dan berangkat, kemudian shalat Zhuhur dan shalat Ashar. Lalu beliau kembali dan berangkat lagi, kemudian shalat Maghrib dan shalat Isya dengan dijamak.121