2561
Jamiat Tirmidhiسنن الترمذي ٢٥٦١: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيهِ كَافِرٌ فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا
هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَمَعْنَى قَوْلِهِ بَاءَ يَعْنِي أَقَرَّ
Sunan Tirmidzi 2561: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
"Siapa pun orang yang berkata kepada saudaranya (semuslim): 'Hai kafir' maka sungguh salah satu dari keduanya telah menempati (kedudukan) pengkafiran tersebut."
Ini merupakan hadits hasan shahih gharib, sedangkan makna Ba'a adalah Aqarra (menempati).
"Siapa pun orang yang berkata kepada saudaranya (semuslim): 'Hai kafir' maka sungguh salah satu dari keduanya telah menempati (kedudukan) pengkafiran tersebut."
Ini merupakan hadits hasan shahih gharib, sedangkan makna Ba'a adalah Aqarra (menempati).