"Janganlah seorang dari kalian memerintahkan (budaknya) dengan kalimat: Hidangkanlah makanan untuk rabb kamu, wudhukanlah rabbmu, sajikanlah minuman untuk rabbmu tapi hendaklah dia berkata dengan kalimat sayyidku, maulaku (pemeliharaku). Dan janganlah seorang dari kalian mengatakan 'abdiy (budak laki-laki ku), atau amatiy (budak perempuan ku) tapi katakanlah: fataya (pemudaku), fatati (pemudiku) dan ghulami (ghulamku)."
Sahih Bukhari: Hadith 2366
32. Membebaskan Budak
صحيح البخاري
/1531 Chapter:
Larangan memperpanjang perbudakan
كراهية التطاول على الرقيق وقوله عبدي أو أمتي
2366
Sahih Bukhariصحيح البخاري ٢٣٦٦: حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُحَدِّثُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ أَطْعِمْ رَبَّكَ وَضِّئْ رَبَّكَ اسْقِ رَبَّكَ وَلْيَقُلْ سَيِّدِي مَوْلَايَ وَلَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ عَبْدِي أَمَتِي وَلْيَقُلْ فَتَايَ وَفَتَاتِي وَغُلَامِي
Shahih Bukhari 2366: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad] telah menceritakan kepada kami ['Abdur Razzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Hammam bin Munabbih] bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliyallahu 'anhu menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau bersabda:
"Janganlah seorang dari kalian memerintahkan (budaknya) dengan kalimat: Hidangkanlah makanan untuk rabb kamu, wudhukanlah rabbmu, sajikanlah minuman untuk rabbmu tapi hendaklah dia berkata dengan kalimat sayyidku, maulaku (pemeliharaku). Dan janganlah seorang dari kalian mengatakan 'abdiy (budak laki-laki ku), atau amatiy (budak perempuan ku) tapi katakanlah: fataya (pemudaku), fatati (pemudiku) dan ghulami (ghulamku)."
"Janganlah seorang dari kalian memerintahkan (budaknya) dengan kalimat: Hidangkanlah makanan untuk rabb kamu, wudhukanlah rabbmu, sajikanlah minuman untuk rabbmu tapi hendaklah dia berkata dengan kalimat sayyidku, maulaku (pemeliharaku). Dan janganlah seorang dari kalian mengatakan 'abdiy (budak laki-laki ku), atau amatiy (budak perempuan ku) tapi katakanlah: fataya (pemudaku), fatati (pemudiku) dan ghulami (ghulamku)."