hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 1381

3. Shalat

سنن الدارقطني

/123 Chapter:

Sifat Lupa di dalam Shalat dan Hukum-Hukumnya, Serta Perbedaan Riwayat-Riwayat Seputar itu, dan Bahwa Shalat Tidak Terputus Karena Lewatnya Sesuatu di Depannya

بَابُ صِفَةِ السَّهْوِ فِي الصَّلَاةِ وَأَحْكَامِهِ وَاخْتِلَافِ الرِّوَايَاتِ فِي ذَلِكَ وَأَنَّهُ لَا يَقْطَعُ الصَّلَاةَ شَيْءٌ يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ

1381
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya shahih: HR. Muslim dalam kitab Masjid-Masjid (88); Abu Daud (1024) tanpa menyebutkan kalimat "fal yushalli rak'atan" (shalat lagi satu raka'at); An-Nasa'i (3/27); Ad-Darimi (1/419) secara lengkap; Dikeluarkan juga oleh Abu Daud (1026) secara lengkap namun mursal.
سنن الدارقطني ١٣٨١: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا بِشْرُ بْنُ الْوَلِيدِ , ثنا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِذَا لَمْ يَدْرِ أَحَدُكُمْ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَوْ أَرْبَعًا فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ رَكْعَةً ثُمَّ يَسْجُدُ بَعْدَ ذَلِكَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ وَهُوَ جَالِسٌ , فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعَتَا لَهُ صَلَاتَهُ , وَإِنْ كَانَتْ أَرْبَعًا أَرْغَمَتَا أَنْفَ الشَّيْطَانِ»
Sunan Daruquthni 1381: Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Bisyr bin Al Walid menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari 'Atha‘ bin Yasar, dari Abu Sa'id Al Khudri, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian tidak lagi ingat berapa (raka'at) sudah shalat, tigakah atau empatkah? Maka hendaklah ia berdiri lalu shalat lagi satu raka‟at, kemudian setelah sujud sahwi dua kali. Bila ternyata ia shalat lima (raka‟at) maka (kedua sujud) itu menggenapkan shalat itu baginya, dan bila ternyata ia memang shalat empat raka'at, maka (kedua sujud) itu menjengkelkan (menghinakan) syetan."