hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 1386

3. Shalat

سنن الدارقطني

/123 Chapter:

Sifat Lupa di dalam Shalat dan Hukum-Hukumnya, Serta Perbedaan Riwayat-Riwayat Seputar itu, dan Bahwa Shalat Tidak Terputus Karena Lewatnya Sesuatu di Depannya

بَابُ صِفَةِ السَّهْوِ فِي الصَّلَاةِ وَأَحْكَامِهِ وَاخْتِلَافِ الرِّوَايَاتِ فِي ذَلِكَ وَأَنَّهُ لَا يَقْطَعُ الصَّلَاةَ شَيْءٌ يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ

1386
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: Abdullah bin Ja'far Al Madini lemah, At-Taqrib (1/407).
سنن الدارقطني ١٣٨٦: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ يُونُسَ بْنِ يَاسِينَ , ثنا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَإِنِ اسْتَيْقَنَ أَنَّهُ قَدْ صَلَّى ثَلَاثًا فَلْيُصَلِّ وَاحِدَةً بِرَكْعَتِهَا وَسَجْدَتَيْهَا , ثُمَّ لِيَتَشَهَّدْ فَإِذَا فَرَغَ فَلَمْ يَبْقَ إِلَّا أَنْ يُسَلِّمَ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ ثُمَّ يُسَلِّمُ , فَإِنْ كَانَ صَلَّى ثَلَاثًا وَكَانَتِ الرَّكْعَةُ الَّتِي صَلَّى رَابِعَةً كَانَتِ السَّجْدَتَانِ تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ , وَإِنْ كَانَ صَلَّى أَرْبَعًا وَكَانَتِ الرَّكْعَةُ الَّتِي صَلَّى خَامِسَةً شَفَعَهَا بِسَجْدَتَيْنِ»
Sunan Daruquthni 1386: Abu Ishaq Isma'il bin Yunus bin Yasin menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abu Israil menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja'far menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari 'Atha' bin Yasar, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian ragu di dalam shalatnya, bila ia yakin telah shalat tiga (raka‟at) maka hendaklah shalat satu raka‟at lagi dan dua sujud, kemudian bertasyahhud. Setelah selesai dan tinggal salam, maka hendaklah ia sujud dua kali ketika masih duduk, kemudian salam. Jika ternyata ia shalat tiga (raka‟at) maka raka‟at keempat yang dilakukannya itu adalah raka‟at keempat, dan kedua sujud itu menjengkelkan syetan. Dan bila ternyata ia shalat empat raka‟at, maka raka‟at keempat yang dilakukannya itu adalah raka‟at kelima, digenapkan oleh kedua sujud itu.