سنن الدارقطني ١٧١٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ مِرْدَاسٍ , ثنا أَبُو دَاوُدَ , ثنا مُسَدَّدٌ , ثنا مُعْتَمِرٌ , قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّائِفِيَّ بِإِسْنَادِهِ , [ص:387] عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «التَّكْبِيرُ سَبْعٌ فِي الْأُولَى وَخَمْسٌ فِي الْآخِرَةِ , وَالْقِرَاءَةُ بَعْدَهُمَا كِلْتَيْهِمَا»
Sunan Daruquthni 1713: Muhammad bin Yahya bin Mirdas menceritakan kepada kami. Abu Daud menceritakan kepada kami, Musaddad menceritakan kepada kami, Mu'tamir menceritakan kepada kami. dia berkata. saya mendengar Abdullah bin Abdurrahman Ath-Thaifi dengan sanadnya dari Nabi SAW, "Takbir itu tujuh kali pada raka'at pertama dan lima kali pada raka'at 'terakhir, sedangkan bacaan (Al Faatihah) kedua-duanya setelah kedua takbir tersebut."