hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 20

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/1 Chapter:

Hukum Air yang Terkena Najis

بَابُ حُكْمِ الْمَاءِ إِذَا لَاقَتْهُ النَّجَاسَةُ

20
Sunan Daruquthni
Albani: HR. Ath-Thabari di dalam Tahdzib Al Atsar (2/733) dari jalur Mujahid bin Musa: Yazid bin Harun menyampaikannya kepada kami. Dikeluarkan juga pada (2/732) dari jalur Waki' dari Hammad bin Salamah, di dalamnya disebutkan redaksi: "atau tiga". Diriwayatkan juga pada (2/734) dari jalur Zaid bin Al Hubab dan Hammad, dan seorang laki-laki dari Salim, ia mengatakan: Ayahku menyampaikan hadits kepadaku, bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda: lalu dikemukakan, di antaranya disebutkan redaksi "atau tiga".
سنن الدارقطني ٢٠: فَأَمَّا حَدِيثُ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , فَحَدَّثَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحَ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بُسْتَانًا فِيهِ مُقْرَاةُ مَاءٍ فِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهُ , فَقُلْتُ لَهُ: أَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ؟ , فَحَدَّثَنِي عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»
Sunan Daruquthni 20: Adapun hadits Hammad bin Salamah, dari Ashim bin Al Mundzir, Al Husain bin Isma'il menceritakan kepadaku, Al Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Al Mundzir bin Az-Zubair, ia menuturkan:



Aku bersama Ubaidullah bin Abdullah bin 'Umar masuk ke sebuah kebun yang terdapat tong air, dan di dalam tempat air itu terdapat kulit bangkai unta, lalu ia berwudhu darinya, maka aku katakan kepadanya: "Apakah aku boleh berwudhu darinya dan di dalamnya terdapat kulit unta yang telah mati?" Maka ia pun menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Jika airnya mencapai dua atau tiga qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatupun."