hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 234

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/25 Chapter:

Berwudlu Dengan Rendaman/Perasan Sari Buah

بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ

234
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya hasan. Disebutkan oleh Al Haitsami di dalam Al Majma' (1/215). Ia berkata, "Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dan semua perawinya tsiqah." Dan disebutkan oleh Al Baihaqi di dalam sunannya (1/12). Yahya bin Abu Katsir, banyak sekali meriwayatkan hadits mursal dan melakukan tadlis. Ia telah menerima hadits itu secara mu'an'an akan tetapi sebelumnya telah berterus terang telah meriwayatkan hadits.
سنن الدارقطني ٢٣٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ الْعَطَّارُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ , نا أَبِي , نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ إِذَا لَمْ يَجِدْ غَيْرَهُ». , قَالَ الْأَوْزَاعِيُّ: إِنْ كَانَ مُسْكِرًا فَلَا يَتَوَضَّأُ بِهِ , قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: قَالَ أَبِي: كُلُّ شَيْءٍ تَحَوَّلَ عَنِ اسْمِ الْمَاءِ لَا يُعْجِبُنِي أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَيَتَيَمَّمُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِالنَّبِيذِ
Sunan Daruquthni 234: Muhammad bin Makhlad Al 'Aththar menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanfal mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Muslim mengabarkan kepada kami, Al Auza'i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, ia mengatakan, 'Rendaman/perasan sari buah adalah (air) wudhu bila tidak menemukan (air) lainnya." Al Auza'i mengatakan, "Bila memabukkan maka tidak boleh berwudhu dengannya." Abdullah mengatakan, "Ayahku berkata, 'Segala sesuatu yang namanya berubah dari sebutan air, maka aku tidak suka air itu digunakan untuk wudhu, bertayammum lebih aku sukai daripada berwudhu dengan perasan sari buah'."