سنن الدارقطني ٢٣٩٢: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجَرَّاحُ الضَّرَابُ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ , ثنا بُهْلُولُ بْنُ عُبَيْدٍ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَلْقَمَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ {وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا} [آل عمران: 97] , قَالَ: " قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا السَّبِيلُ , قَالَ: «الزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ».
Sunan Daruquthni 2392: Ahmad bin Muhammad Al Jarrah Adh-Dharrab mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad menceritakan kepada kami, Buhlul bin Ubaid menceritakan kepada kami, dari Hammad bin Abi Sulaiman, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah, dari Nabi SAW tentang firman Allah {Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.} (Ali Imran: 97) dia menuturkan, dikatakan, wahai Rasulullah, apa itu perjalanan?" beliau menjawab, "Bekal dan kendaraan.