سنن الدارقطني ٢٤١٨: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَحْمَدَ الْقِرِمِيسِينِيُّ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُجَاشِعٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ , نا حَسَّانُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا إِبْرَاهِيمُ الصَّائِغُ , قَالَ: قَالَ نَافِعٌ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي امْرَأَةٍ لَهَا زَوْجٌ وَلَهَا مَالٌ وَلَا يَأْذَنُ لَهَا فِي الْحَجِّ: «لَيْسَ لَهَا أَنْ تَنْطَلِقَ إِلَّا بِإِذْنِ زَوْجِهَا»
Sunan Daruquthni 2418: Ibrahim bin Ahmad Al Qirmisini memberitakan kepada kami. Al Abbas bin Muhammad bin Mujasyi' memberitakan kepada kami. Muhammad bin Abi Ya'qub memberitakan kepada kami. Hassan bin Ibrahim memberitakan kepada kami, Ibrahim Ash-Sha'igh memberitakan kepada kami, dia berkata, Nafi' mengatakan dari Ibnu Umar, dari Rasulullah SAW tentang seorang wanita yang memiliki suami dan dia memiliki harta dan suaminya tidak mengizinkannya untuk menunaikan ibadah haji. Dia tidak boleh berangkat kecuali dengan izin suaminya."